Ketika aku pertama kali melihatmu, hatiku berdebar tak karuan. Wajah manismu membuatku terpesona olehnya. Aku mengenalmu lewat salah satu temanku. Ketika aku mulai mengenalkan diriku padamu, rasanya seperti mimpi. Aku terus berusaha untuk lebih mengenalmu, sebagai seorang "teman." Entah kapan aku jadi akrab denganmu. Tertawa, bercanda bersama. Mengenalmu seperti kau mengenalku. Perasaanku terus bergejolak setiap kalo berada didekatmu. Pernah aku bertanya padamu, "apakah ada orang yang kau sayangi?" Kuberpikir, betapa bodohnya mulutku mengatakan hal seperti itu. Saat kau mengatakan, "ya," hatiku becampur aduk. Antara senang dan sedih. Sejak saat itu, aku selalu memikirkan, siapa yang kau sayangi? Petanyaan itu terus memenuhi otakku hingga membuatku menjadi seperti orang gila. Apakah ini yang dikatakan "cinta?" Apa mungkin aku "mencintainya?" Awal, aku memang menyukainya. Tetapi, setelah mengenalmu, perasaan sukaku pun menghilang. Apakah mungkin?
Karena sering berpikiran seperti itu, aku mulai menjauhimu. Aku takut, kehadiranku mengganggumu. Menjadi dingin dan tak seramah seperti dulu. Hatiku terasa seperti diiris. Hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Melihat punggungmu. Mendengar suaramu dari jauh. Hatiku sakit, sakit, dan semakin sakit. Aku tak sanggup untuk melihatmu lagi. Hatiku dipenuhi rasa "cemburu." Tapi, kenapa aku bisa cemburu? Apa yang membuatku cemburu?
Terus dan terus aku menjauhimu hingga waktunya tiba. Sudah waktumu untuk berangkat dan pergi dari sisiku. Sempat dia berbicara padaku untuk memastikan datang keacara perpisahan dengannya. Aku hanya diam dan sibuk dengan pemikiranku sendiri. Sampai harinya, aku tetap takut untuk menemuimu. Aku ingin menemuimu. Tapi, kakiku tak bisa diajak berjalan. Tak bisa diajak untuk pergi menemui dirimu. Sampai akhirnya, aku mendapatkan satu pesan darimu. "Sudah waktunya aku berangkat. Sayang sekali kau tak ada." Hanya dua kalimat yang kau ucapkan padaku. Dua kalimat itu membuatku menangis seharian. Dua kalimat yang merobek isi hatiku sampai habis. Dua kalimat yang mungkin tak akan sanggup untuk bertemu denganmu lagi.
Sampai jumpa. Sampai jumpa. Aku tak akan pernah melupakanmu meskipun bertahun - tahun lamanya. Aku tak akan pernah melupankan perasaanku padamu. Walaupun kau sudah tidak mengenalku, aku akan tetap mengenalmu. Dari kejauhan dan melihat punggunmu lagi.
jadi blogger nih ye...
BalasHapusSebenernya sih udah lama nih blog. Baru ditambahin sekarang aja.
BalasHapusehm-ehm...
BalasHapusUdah punya juga...
masih mw nunggu aja...
Itu kan dulu nunggunya wee XP
BalasHapusSekarang mah udah nggak hehehe
ya dah... apa kata kau aja...
BalasHapusHehehehe dia ngalah ^w^
BalasHapus