Sejak pembicaraan ditempat itu. Aku semakin akrab dengan Haru. Bahkan pernah ada gossip bahwa aku dan Haru pacaran, dan itu tak benar. Kami sudah seperti sahabat, bisa menyelesaikan masalah bersama – sama. Terkadang aku merasa aneh saat berada dekat dengan Haru. AKu juga tidak tahu apa itu.
“Hei, Dia-chan!” panggil Haru.
“Apa?”
“Pulang sekolah ada acara?”
“Tidak, kenapa?”
“Tidak apa – apa. Nanti kita ketemu ditempat itu yah.”
“Aku tidak janji ya.”
Akhirnya, pulang sekolah tiba juga. Aku segera pergi ketempat rahasiaku. Dari jauh aku mendengar suara musik yang mengalun lembut. Aku mengenali musik ini dengan sangat jelas. Ya, ini adalah lagu kesukaanku yang berjudul “YOU” karya Ayumi Hamasaki. Aku mencari asal suara itu. Dan ternyata itu adalah Haru yang sedang memainkan biola. Aku benar – benar kagum padanya.
Diam – diam aku memfoto sosok Haru yang sedang bermain biola. Haru sangat keren dalam sosok seperti itu. Aku benar – benar kagum padanya. Hati ini berdebar lebih keras dari biasanya.
“Wah… Dia-chan, cepat juga kau datang.”
“Tentu. Tapi, kau hebat. Tak kusangka kau bisa memainkan biola.”
Haru hanya tersenyum. Senyuman yang sangat aku sukai dari dia.
“Lagu ini aku mainkan untuk Dia-chan,” kata Haru.
“Eh… untukku?”
“Iya. Ini lagu kesukaanmu, kan.”
“Kamu tau dari mana?”
“Itu rahasia.”
“Rahasia terus deh.”
“Biarin.”
“Mainkan lagi donk. Tapi yang lain.”
“Bagaimana kalau “Again” dari Yui?”
“Boleh.”
Dengan lembutnya, Haru kembali memainkan biola miliknya. Alunan musiknya sangat merdu, membuatku ingin ikut bernyanyi. Tanpa sadar aku pun bernyanyi bersama dengan suara biola Haru.
“Dear Otaku Zone, hari ini aku senang sekali. Entah mengapa hatiku berdebar lebih keras dari biasanya jika aku dekat dengan Haru. Apa mungkin aku menyukainya? Akh… tapi itu tak mungkin. Bagiku, Haru adalah seorang sahabat yang menyenangkan. Hari ini, aku pun bernyanyi diiringi oleh permainan biola Haru. Baru kali ini aku mendengar suara biola. Suaranya terdengar sangat indah.
Kalau mungkin aku menyukai dia, aku takut untuk menyatakan perasaanku padanya. Aku takut dia sudah memiliki orang yang sudah ia sayangi. Dan persahabatan kami akan retak hanya masalah seperti itu. Aku tidak mau.
Ya sudah, kupikir cukup sekian. Sampai jumpa besok.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar