Aku hanya menuliskan apa yang ada didalam pikiranku. Entah itu sebuah cerita atau hanya puisi amatiran. Karena aku bukanlah seorang novelis. Dan bukan juga seorang puitis. Aku hanya gadis yang suka berimajinasi dan berkhayal mengenai alur sebuah cerita. Memainkan peran bagaikan memainkan boneka kecil. Sampai bertemu dengan sebuah "akhir" yang menakjubkan.
Rabu, 20 Juni 2012
Satu - Satunya Jalan Untukku
Sejak dulu sekali, aku sudah siap berhadapan dengan kematian
Mati adalah hal yang pantas untuk kudapatkan
Kupikir mati adalah satu - satunya jalan untukku
Jalan yang harus kulewati agar rasa sakit ini hilang
Beban yang ada dipundakku terlalu berat
tak sanggup untuk kubawa lagi
Rasa sakit yang ada dihatiku ini terlalu perih
tak sanggup untuk menahannya lagi
Air mata ini pun sudah tak sanggup untuk tampung lagi
Begitu juga dengan takdirku
Takdirku terlalu kejam dan pedih
tak sanggup untuk menjalaninya lagi
Aku sudah siap mati
Hatiku sudah siap untuk menerima kematian
Tak akan ada yang tahu bahwa aku mati
Tak akan ada yang peduli padaku jika aku mati
Bahkan, tak akan ada yang menangis padaku jika aku pergi untuk selamanya
Toh, pada dasarnya aku memang tak dibutuhkan oleh mereka
Jika mati memang yang terbaik untukku
maka aku akan melakukannya
Jika mati memang takdirku
maka aku akan melaksanakannya
Jika mati adalah satu - satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan ini
maka cabutlah nyawaku sekarang juga
Jiwa ragaku sudah siap untuk mati!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar