Rabu, 20 Juni 2012

Satu - Satunya Jalan Untukku

Sejak dulu sekali, aku sudah siap berhadapan dengan kematian Mati adalah hal yang pantas untuk kudapatkan Kupikir mati adalah satu - satunya jalan untukku Jalan yang harus kulewati agar rasa sakit ini hilang Beban yang ada dipundakku terlalu berat tak sanggup untuk kubawa lagi Rasa sakit yang ada dihatiku ini terlalu perih tak sanggup untuk menahannya lagi Air mata ini pun sudah tak sanggup untuk tampung lagi Begitu juga dengan takdirku Takdirku terlalu kejam dan pedih tak sanggup untuk menjalaninya lagi Aku sudah siap mati Hatiku sudah siap untuk menerima kematian Tak akan ada yang tahu bahwa aku mati Tak akan ada yang peduli padaku jika aku mati Bahkan, tak akan ada yang menangis padaku jika aku pergi untuk selamanya Toh, pada dasarnya aku memang tak dibutuhkan oleh mereka Jika mati memang yang terbaik untukku maka aku akan melakukannya Jika mati memang takdirku maka aku akan melaksanakannya Jika mati adalah satu - satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan ini maka cabutlah nyawaku sekarang juga Jiwa ragaku sudah siap untuk mati!

Melepas segalanya

Terkadang, ingin sekali rasanya menangis keras - keras Melepas semua beban yang ada dihati Melepas semua pikiran yang bersemayam dalam diri Menangis hingga tenggorokan ini kering Menangis hingga air mata ini habis hingga berubah menjadi darah Tapi, apa daya yang bisa kulakukan Aku sangat dilarang menangis Jangankan menangis, merasa sedih saja dilarang Aku harus selalu memasang senyum Meskipun senyum itu adalah senyum palsu Aku harus bersikap tegar Aku harus kuat dan tak boleh memperlihatkan kelemahanku Dibalik semua kepalsuan yang kuperlihatkan Aku selalu menangis dalam bayangan Aku selalu takut jika sendirian Aku selalu lemah dan tak berdaya Satu kali saja... Izinkan aku menangis sekeras yang kubisa