Aku hanya menuliskan apa yang ada didalam pikiranku. Entah itu sebuah cerita atau hanya puisi amatiran. Karena aku bukanlah seorang novelis. Dan bukan juga seorang puitis. Aku hanya gadis yang suka berimajinasi dan berkhayal mengenai alur sebuah cerita. Memainkan peran bagaikan memainkan boneka kecil. Sampai bertemu dengan sebuah "akhir" yang menakjubkan.
Minggu, 08 April 2012
Kebahagiaan Kecil yang diambil oleh Tuhan
Hari - hari yang kulewati ini benar - benar menyenangkan
Berlari sekencang mungkin melebihi angin
Bertahan bagaikan tameng yang terbuat dari baja
Melempar dengan tepat mengenai sasaran
Menggiringnya dengan hentakan penuh semangat
Aku menikmati tiap detik
Melakukannya dengan senang hati
Tanpa ada keluhan sedikit pun
Bisa atau tidak terus saja aku hadang tanpa ampun
Meskipun sudah diperingati
Tetap saja kumainkan dengan bebasnya layak kucing liar
Tapi, kenapa Tuhan begitu tega mengambil kebahagian kecilku ini?
Apa salahku?
Apakah salah jika aku melakukannya dengan sepenuh hati?
Membiarkanku menangis hingga air mata ini berubah menjadi darah
Dan hanya bisa melihat bahwa "itu" dihapus begitu saja
Dihapus bagaikan coretan pensil yang tak penting
Perbedaan antara Kau dan Aku
Senyummu begitu renyah dan bebas
Hingga membuatku secara tak sadar ikut tersenyum
Pandanganmu selalu teduh dan rimbun
Hingga membuatku selalu tenggalam dalam matamu
Suaramu sungguh merdu dan tegas
Hingga membuatku membalas suaramu itu
Tapi, aku hanya bisa membayangkannya saja
Tak akan pernah bisa kulakukan
Senyumku tak serenyah dirimu
Hingga membuatku tak pernah tersenyum pada siapa pun
Pandanganku selalu dingin dan tajam
Hingga membuatku dijauhi oleh semuanya
Suaraku selalu terkunci dalam tenggorokan
Hingga membuatku terus berdiam diri
Aku selalu bertanya pada diriku sendiri
Mengapa kau bisa tersenyum serenyah itu
sementara aku tidak?
Mengapa tatapanmu begitu teduh
sementara aku tidak?
Mengapa suaramu begitu merdu
sementara aku tidak?
Langganan:
Komentar (Atom)