Minggu, 08 April 2012

Kebahagiaan Kecil yang diambil oleh Tuhan

Hari - hari yang kulewati ini benar - benar menyenangkan Berlari sekencang mungkin melebihi angin Bertahan bagaikan tameng yang terbuat dari baja Melempar dengan tepat mengenai sasaran Menggiringnya dengan hentakan penuh semangat Aku menikmati tiap detik Melakukannya dengan senang hati Tanpa ada keluhan sedikit pun Bisa atau tidak terus saja aku hadang tanpa ampun Meskipun sudah diperingati Tetap saja kumainkan dengan bebasnya layak kucing liar Tapi, kenapa Tuhan begitu tega mengambil kebahagian kecilku ini? Apa salahku? Apakah salah jika aku melakukannya dengan sepenuh hati? Membiarkanku menangis hingga air mata ini berubah menjadi darah Dan hanya bisa melihat bahwa "itu" dihapus begitu saja Dihapus bagaikan coretan pensil yang tak penting

Perbedaan antara Kau dan Aku

Senyummu begitu renyah dan bebas Hingga membuatku secara tak sadar ikut tersenyum Pandanganmu selalu teduh dan rimbun Hingga membuatku selalu tenggalam dalam matamu Suaramu sungguh merdu dan tegas Hingga membuatku membalas suaramu itu Tapi, aku hanya bisa membayangkannya saja Tak akan pernah bisa kulakukan Senyumku tak serenyah dirimu Hingga membuatku tak pernah tersenyum pada siapa pun Pandanganku selalu dingin dan tajam Hingga membuatku dijauhi oleh semuanya Suaraku selalu terkunci dalam tenggorokan Hingga membuatku terus berdiam diri Aku selalu bertanya pada diriku sendiri Mengapa kau bisa tersenyum serenyah itu sementara aku tidak? Mengapa tatapanmu begitu teduh sementara aku tidak? Mengapa suaramu begitu merdu sementara aku tidak?