Aku hanya menuliskan apa yang ada didalam pikiranku. Entah itu sebuah cerita atau hanya puisi amatiran. Karena aku bukanlah seorang novelis. Dan bukan juga seorang puitis. Aku hanya gadis yang suka berimajinasi dan berkhayal mengenai alur sebuah cerita. Memainkan peran bagaikan memainkan boneka kecil. Sampai bertemu dengan sebuah "akhir" yang menakjubkan.
Selasa, 31 Januari 2012
Takut atau Benci?
Setiap kali aku melihat sosokmu
mataku selalu saja terpesona olehmu
Seolah tak ingin melepaskan pandanganku padamu sedetik saja
Setiap kali aku menatap matamu
bayangan akan diriku selalu terpantul dalam bola matamu yang teduh
Seolah diriku ikut masuk kedalam pantulan bola mata itu
Setiap kali aku mendengar suaramu, memanggil namaku
telingaku terasa panas seperti terbakar
Seolah dada ini diliputi api yang membara karena suaramu yang tegas itu
Setiap kali kau berjalan kearahku
Tubuhku selalu bergetar tak menentu
Seolah tubuhku akan hancur berserakan dalam sekejap
Hal yang paling kusukai dari dirimu itu
Semua itu selalu membuatku melayang dan berdebar - debar tak karuan
Akan tetapi...
Setiap kali kau berada disampingku, disisiku
hanya ada rasa kebencian yang hinggap didalam hatiku
Aku tak mengerti akan perasaan ini
Apakah aku begitu takut berada disisimu?
Senin, 16 Januari 2012
Aku benci...
Kenapa perasaanku harus kembali pada diriku ini?
Kenapa kau selalu muncul disaat terakhir dengan penampilan barumu itu?
Penampilan yang membuatmu terlihat berbeda dibandingkan yang dulu.
Aku tidak marah akan penampilanmu.
Tapi, aku marah pada diriku sendiri
Yang tak bisa konsisten dengan perasaanku sendiri.
Aku benci hal itu!
Sebisanya, aku ingin menghilangkan perasaanku padamu.
Karena aku yakin, perasaanmu padaku pasti sudah lenyap
Bersamaannya dengan waktu.
Disaat aku mulai melupakanmu
Kau selalu muncul lagi dan memancarkan senyum yang tak bisa kulawan itu
Aku benci hal itu!
Aku bukannya benci pada dirimu yang memiliki senyum menawan itu.
Tapi, aku benci pada diriku sendiri!
Yang tak bisa melupakan seutuhnya akan pesona dirimu.
Takdir?
Selalu kubuang jauh kata - kata itu dari kamusku
"Kata" yang selalu kubenci
Satu "kata" yang mengandung banyak arti bagi manusia
Aku membencinya!
"Kata" itulah yang membuatku harus merasakan perasaan yang sama
Perasaan yang sudah lama ingin kubuang
Dan juga tak ingin kurasakan kembali
Perih rasanya bila mengingatnya
Pepatah berkata : "Takdirlah yang mempertemukan kita dan takdirlah yang memisahkan kita"
"Kalimat" itu yang selalu membuatku terpuruk dengan masa lalu
Dan merutuki diriku sendiri dimasa ini
Aku membencinya!
Tapi, tak bisa kupungkiri bahwa aku berjalan dijalan "takdir"
"Takdir" yang sejak dulu kugenggam dalam tanganku ini
Langganan:
Komentar (Atom)